Rumah Presiden Depok

Latar Belakang

Rumah yang  saat  ini  ditinggali oleh  keluarga  Bapak Jahja  Jonathans  ini merupakan rumah warisan dari ayahnya yang bernama Cornellis Josep Jonathans, beliau adalah anak Presiden terakhir masyarakat Depok di awal masa kemerdekaan Republik  Indonesia yang kemudian menyatakan dan menyerahkan tanah partikelir Depok  sebagai bagian dari Republik  Indonesia.  Adapun Presiden Depok  terakhir bernama Johanes Matthijs Jonathans.

Deskripsi

Bangunan  berada  di   tepi   jalan  Pemuda dengan  batas-batas:   sebelah  utara berbatasan dengan pemukiman, sebelah selatan berbatasan dengan jalan Pemuda, sebelah barat  berbatasan dengan pemukiman,  sebelah timur  berbatasan dengan pemukiman. Secara administrative masuk dalam wilayah Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, sedangkan secara  geografis  berada  pada koordinat 06º 24’ 08.9” LS dan 106º 49’ 11.4” BT.

Ketinggian batur  rumah  tidak sama, antara bagian depan, tengah dan belakang, karena  bentuk  muka tanahnya  yang melandai ke  arah belakang rumah (utara). Arah    hadap   bangunan   adalah   selatan, sedangkan denah bangunannya yang berdiri  di  atas  batur  berupa  empat persegi panjang membentang selatan utara, namun bila dilihat dari atas, atap rumah yang menggunakan model  limasan ini memiliki denah atap L. Bentuk  L didapati karena kamar depan yang menjorok  sejajar serambi dengan kontruksi atap yang berbeda dengan bagian  lain. Atap kamar depan yang menjadi bagian dari façade rumah, memiliki typanium segitiga dekoratif geometris. Tampilannya berbentuk pelana.

Lima anak tangga  menjadi penghubung antara  pelataran  halaman dengan lantai     teras       depan     rumah.

Teras/serambinya berupa ruang terbuka yang menempati ½ bagian façade   bangunan.  Pada   bagian dinding   barat   serambi   terdapat pintu tinggi dengan dua daun model krepyak yang letaknya simetris dengan pintu di sisi timur yang memiliki  model   sama.  Pintu   sisi timur merupakan pintu yang menghubungkan serambi dengan satu kamar tidur yang letaknya bersisian dengan serambi dan menjadi  bagian  dari  façade bangunan, sedangkan pintu  di  sisi barat tampaknya hanya merupakan pintu   dengan  fungsi  yang  lebih banyak untuk tampilan “gaya” dekoratif.

Lantai serambi menggunakan tegel warna merah dengan ukuran 20 x 20 cm. Setengah bagian dari façade yang dindingnya merupakan bagian dari kamar tidur  depan memiliki dua jendela panel kaca yang letaknya bersisian. Unsur dekoratif dinding dimunculkan pada bagian di antara kedua jendela.

Bagian lain yang menjadi bagian dari façade bangunan adalah ruangan yang saat ini digunakan sebagai ruang tamu. Dinding façade ruang tamu memperlihatkan satu pintu utama berupa pintu rangkap dengan bukaan dua daun. Daun pintu bagian luar berupa pintu  kayu yang setenagh bagian atasnya model  krepyak, sedangkan daun pintu  bagian dalam berupa pintu  kayu dengan panel kaca. Pada sisi kirinya terdapat jendela rangkap. Masing-masing memiliki satu daun. Pada bagian luar berupa jendela kayu yang setengah bagian atasnya model krepyak, sedangkan daun jendela bagian dalam berupa jendela kayu berpanel kaca. Di antara kedua daun jendela terdapat teralis besi.

Lantai bagian  dalam  rumah  ditutup   menggunakan  tegel  berwarna  hijau dengan ukuran 20 x 20 cm.  Pada bagian tengah lantai ruangan terdapat rangkaian tegel berwarna  merah  membentuk list yang disesuaikan dengan denah ruangan. Selain digunakan sebagai ruang tamu, sebagian ruangan juga digunakan sebagai ruang keluarga karena ukuran ruangan yang cukup luas.

Pada dinding sisi barat ruang tamu dan ruang keluarga terdapat dua jendela berdaun ganda dengan model  krepyak, sedangkan pada dinding timurnya terdapat dua pintu  kayu berdaun ganda dengan profil sederhana. Pintu  ini adalah pintu  dari dua kamar tidur.  Pada dinding utara ruang keluarga terdapat pintu  terbuka yang menjadi  penghubung  antara  ruang  tamu  dan  keluarga  dengan  ruang  makan. Bersisian dengan ruang makan, di  sisi timur  terdapat kamar tidur  yang bukaan pintunya menghadap ruang makan. Di ruang makan tidak ada jendela yang memberikan pemandangan keluar rumah, tetapi pada dinding utara terdapat satu jendela berdaun ganda model krepyak yang bukaannya ke arah dapur dengan loster pada bagian atasnya. Dilihat dari arah timur,  sepanjang  dinding rumah terdapat empat jendela berdaun ganda model  krepyak. Masing-masing jendela merupakan jendela dari empat kamar yang ada dalam rumah.

Dapur terletak di bagian belakang, sisi utara dari ruang makan. Lantai dapur lebih  rendah 55 cm  daripada lantai ruangan lainnya. Antara ruang makan dengan dapur terhubung melalui pintu dua daun dari kayu polos yang dilengkapi anak tangga. Pada bagian sisi kiri pintu  terdapat tangga naik menuju  loteng. Tangganya cukup unik, namun tangga ini adalah penambahan baru pada bagian dalam rumah. Menarik diperhatikan    adalah   tegel   yang digunakan pada permukaan pijakan anak tangga yang menggunakan ukuran 30  x 30  cm  berwarna abu- abu kehijauan. Tegel berwarna dengan ukuran tersebut jarang ditemui. Lantai dapur ditutup menggunakan tegel yang sama dengan    yang    digunakan   pada bagian dalam rumah, yaitu hijau berukuran 20  x 20  cm  dengan list berwarna merah mengikuti denah ruang.

Pada  bagian  dinding yang menjadi sekat antara dapur dengan kamar  tidur yang bersisian  dengan ruang makan terlihat adanya bekas jendela yang kemudian ditutup permanen,   tersisa   losternya   saja.

Bagian dapur yang menggunakan tegel hijau ini  sesungguhnya hanya digunakan untuk  tempat penyimpanan barang, sebagian untuk  kamar mandi yang jelas baru. Dilihat dari konstruksinya, bagian dapur ke arah belakang merupakan penambahan baru. Bagian yang benar-benar digunakan sebagai dapur letaknya lebih ke utara dan dibagi menjadi dua karena di  rumah ini  ditinggali oleh  dua keluarga yang masih bersaudara.  Melihat pada  kondisi kini  dapat disimpulkan bahwa yang  saat  ini digunakan sebagai  dapur,  pada  masa  lalunya adalah  serambi  belakang  yang bentuknya adalah serambi terbuka.